Rabu, 24 April 2013

Berhenti Belajar = Cepat Tua

Siapa yang hari ini belum belajar? Apakah anda punya hobi belajar? Beruntung bagi mereka yang senang sekali dengan yang namanya “Belajar”.


Perlu diketahui kawan, belajar itu tidak hanya identik dengan senang membaca buku, berdiam diri dalam kamar dengan buku-buku yang berhiasan angka dan tulisan, dan aktivitas lain yang kelihatannya membosankan. Mari kita lihat pengertian “Belajar” menurut para ahli.
Belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seseorang sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku yang berbeda antara sesudah belajar dan sebelum belajar.
Jadi belajar itu bisa kita dapatkan dimana saja kita berada dan kapanpun waktunya, tinggal kita mau atau tidak. Mari kita simak kata-kata inspiratif dari seorang filsuf China.

Anda selalu bisa mendapatkan pelajaran dari setiap orang.

Apakah ia orang baik atau jahat-

selalu Anda dapat memetik pelajaran

dari orang yang Anda temui.
Yang baik dari dia menjadi contoh untuk ditiru,

yang tidak baik dari seseorang

menjadi contoh untuk tidak diteladani. (Confusius)

            Ada suatu penelitian yang meneliti tentang orang yang berhenti belajar atau malas belajar, ternyata setelah ditelusuri salah satu akibat fatalnya adalah cepat tua. Akibat yang lain? kalian pasti tahu dong, seperti dikatai orang bodoh, sulit dapat jodoh, pemalas, plonga plongo, ingah ingih (^_^)V dan lain-lain. untuk lebih jelasnya, mari kita coba bandingkan orang yang senang belajar dengan orang malas.

Orang senang belajar:
Waktunya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, membawa energi positif dimana dia berada, berguna bagi orang lain, tidak melakukan kesalahan yang sama, banyak pahala dan seabrek manfaat lainnya yang tidak akan habis jika dituliskan lewat kata-kata.
Sabda Nabi:
Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang mau belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.

Orang malas:
Waktunya digunakan untuk hal-hal tidak manfaat, bawaannya tidur melulu, membawa energi negatif dimana saja dia berada, orang lain tidak mau menggunakannya, jadi bahan pembicaraan orang lain, sering melakukan kesalahan, punya pahala atau tidak ya? dan seabrek akibat jelek lainnya untuk orang yang malas.
            Jika urusan dunia ada sekolah, nah, untuk urusan akhirat adalah dengan cara mengaji. Kita sering di nasehati bahwa manfaat mengaji adalah menambah kepintaran, menghilangkan kebodohan, dan mengesahkan amalan. Adapun mengaji adalah proses belajar yang lebih mendalam terutama tentang masalah agama. So, bagaimana kawan? Masih ingin menyimpan kebodohan dalam diri kita dengan malas belajar atau malas mengaji? Atau mulai hobi belajar dan mengaji supaya sedikit demi sedikit kebodohan kita hilang? Dengan ilmu yang kita dapatkan dan mengamalkannya, kita bisa masuk surga selamat dari neraka. O… tentu.
            Kesuksesan anda ada di tangan anda, Salam Kreatif. –Barron–

0 komentar:

Posting Komentar